Minggu, 13 Maret 2011

Sejarah Jaringan Komputer

Sejarah Jaringan Komputer Global/Dunia dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana caranya menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.

Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah, sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, icon @ juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan meluas ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran International Network (Internet).
Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex. Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network.
Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, di mana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.
Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan IP yang kini kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET. Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan domain name system, yang kini kita kenal dengan DNS. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat menjadi 10.000 lebih.
Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC (Internet Relay Chat). Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer pada saat itu membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau World Wide Web.
Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing (menjelajah).
Tahun 1994, situs-situs dunia maya telah tumbuh menjadi 3.000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di situs. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! Didirikan, yang juga sekaligus tahun kelahiran Netscape Navigator 1.0.
Baca Artikel Lain: Jaringan Komputer
read more..

Sistem Jaringan Komputer

Klasifikasi

Berdasarkan daerah (wilayah) cakupan:
  • Wide Area Network (WAN), World Wide Area mencakup lebih dari 50 km. Skala internasional.
  • Metropolitan Area Network (MAN), mencakup satu kota, sekitar 20 hingga 50 km.
  • Local Area Network (LAN), dalam satu atau beberapa gedung, dalam satu kompleks kurang dari 20km.
Berdasarkan cara atau bentuk transmisi
  • Switched Network, terdapat switch dalam jaringan. Paket dikirim ke switch untuk diteruskan ke tujuan.
    • Circuit Switched Network
    • Message Switched Network
    • Packet Switched Network
  • Broadcast Network, paket dikirim ke beberapa arah sekaligus
    • Radio packet Network, paket saluran transmisi radio
    • Satelite Network
    • beberapa jaringan kabel dengan frame broadcast
Lihat: protokol network layer
  1. Pengalamatan (addressing)
  2. Manajemen koneksi
  3. Routing

Circuit Switched Network

  1. Analog
  2. Digital

Message Switched Network

  • Prinsip kerja: store and forward
  • Karakteristik:
    • Simpul berupa storage (internal atau external, RAM atau ROM)
    • Satuan data message berukuran besar dan bervariasi (ukurannya)
    • Connectionless (CL)
switch-net.bmp (9534 bytes)
Message atau packet dari A ke B melalui sejumlah switch

Packet Switched Network

  • Prinsip kerja: hold and forward 
    Packet disimpan dalam buffer, spool, queue untuk waktu relatif singkat
  • Karakteristik:
    • Simpul berupa storage (internal atau external, RAM atau ROM)
    • Satuan data packet berukuran kecil dan relatif seragam
    • Connectionless (CL) atau connection oriented (CO) tergantung jenis layanan
Untuk CL, pada header ada 2 alamat yaitu alamat penerima dan pengirim. Setiap message atau packet melalui rute yang berbeda.

Layanan (service) dari Packet Switched

  1. Virtual Circuit
    • Perlu pembentukan hubungan komunikasi di awal pengiriman
    • Semua packet akan melalui rute yang sama
    • Kedatangan terurut kecuali terjadi kesalahan transmisi
    • + Terjamin urutannya
    • Biaya ..
  2. Datagram
    • Setiap packet dikirim secara individual, menempuh rute yang berbeda
    • Tidak perlu pembentukan hubungan komunikasi di awal
    • Setiap packet diberi nomor urut, kedatangan bisa tidak terurut.
    • - Layanan sederhana, reliabilitas rendah.
    • +
    • biaya
Ukuran packet antara 128 byte hingga 4096 byte
Relatif seragam. Misalnya 1000byte dengan ukuran packet 256 byte maka ada 4 packet dengan packet terakhir kurang dari 256.

Mekanisme hubungan Virtual Circuit

Circuit Switched Network
Circuit-Switched-Network-time.bmp (23462 bytes)
Waktu

Teknik Switching

 CircuitMessagePacket
Lintasan transmisi fisikdedicatednon-dedicatednon-dedicated
bentuk transmisi datacontinoustransmisi messagetransmisi paket
proses pada switch nodetidak adapenyimpanan message pada dua storagepenyimpanan paket pada buffer
delay transmisicall setup delaymsg transmission delaypacket transmission delay
Routingtidak adaroute ditetapkan untuk tiap message.*
Overheadtidak adaOverhead pada tiap message*
bandwidthfixeddynamic usedynamic use
bentuk komunikasireal-timenon real timenear real-time
* dibedakan terhadap virtual circuit (CO) dan datagram (CL).

Teknik Packet Switching

 Virtual CircuitDatagram
Pembentukan hubungan lojikCOCL
Routing packetrute sama untuk semua packetroute individual untuk setiap packet
Pengurutan packet dan message reassemblytanggungjawab jaringan sistemtanggungjawab pemakai
Pengalamatan packet ditentukan olehVirtual Circuitsetiap paket
Reliabilitastinggisangat tergantung pada reliabilitas sistem jaringan fisik

Pengertian Nama (name) dan Alamat (address)

Name (nama)

Nama pemakai jaringan.
  • bentuk : string, karakter
  • sifat : unik
  • Pemakai jaringan dapat berupa program aplikasi atau pengelola sumber (resource).
  • Pemberian dan penghapusan nama dikelola secara terpadu oleh
    1. sebuah name server atau
    2. beberapa name server secara terdistribusi

Address

Alamat, lokasi fisik pemakai
  • Hubungan antara nama dan alamat (siapa, dimana)
  • bentuk address
    1. Hierarchical Address. Contoh nomor telepon: [kode negara]-[area]-[nomor pesawat]
    2. Flat Address
  • Mapping antara nama simbolik dan alamat disimpan dalam suatu sistem directory.
  • Contoh pembentukan alamat
    • Address terdiri dari kumpulan sub address
    • sub address dinamakan Service Access Point (SAP)

Routing

Kriteria routing:

  • Jarak (distance)
  • biaya (cost)
  • waktu tempuh/tunda (delay)
  • throughput

Metoda Routing

  1. Flooding (pembajiran)
    • prinsip: setiap paket yang diterima sebuah simpul akan dikirimkan ke semua simpul tetangga, kecuali ke arah simpul asal.
    • packet lifetime membatasi umur paket supaya tidak berkeliaran di jaringan terus. Diinisialisasi dengan network diameter.
    • Keuntungan:
      • sederhana, tidak butuh informasi apa pun dalam tiap simpul
      • Packet pasti sampai ke semua simpul (broadcast)
    • Kerugian 
      Beban jaringan besar
  2. Statis, fixed (directory) routing
    • Setiap simpul (node) punya tabel routing dengan field (tujuan, via)
    • Tabel routing dibentuk dengan cara terpusat oleh Network Manager
    • Statis: perubahan nilai pada tabel routing relatif statis, kecuali ada perubahan topologi
    • Kelebihan
      • Rute deterministik
      • Pengelolaan tabel routing sederhana
    • Kerugian: tidak cocok untuk jaringan dengan beban traffic fluktuatif
  3. Dinamis
    Dua metode:
    • Random routing: tanpa tabel routing
    • Adaptive (directory) routing: dengan tabel selalu berubah, berdasarkan kendali kontrol.
      • Distributed: Setiap simpul dapat menetapkan rute berdasarkan informasi tentang beban traffic dan perubahan topologi.
      • Centralized: network manager (simpul pusat) mengatur updating tabel di semua simpul jaringan.
Adaptive Routing
  • Isolated : sumber informasi lokal
  • Distributed : sumber informasi simpul tetangga
  • Centralized : sumber informasi semua simpul jaringan
read more..

Langkah-Langkah Mendirikan Warnet

Tahap Perencanaan

1. Bisnis Plan Perlu Diperhitungkan Dengan Baik
    Item yg perlu diperhatikan :
  • Investasi; meliputi beberapa komponen seperti : Komputer, Peralatan LAN, ISP, Software, Printer, meja kursi dan biaya marketing
  • Biaya operasional bulanan : Gaji operator, akses internet, telepon, listrik
  • Pemasukan : biaya akses internet oleh konsumen
2. Survey Potensi Pasar
  • Populasi orang muda yg berada di sekitar wilayah Warnet (dekat kampus / sekolah)
  • Kemampuan finansial target pasar (minimal sebaiknya mereka mampu mengeluarkan uang Rp.10.000 – Rp. 20.000 / bulan untuk akses internet)
3. Menguasai Teknologi Internet dan Warnet
  • Membeli / membaca buku tentang internet (anda dapat mengunjungi : www.ilmukomputer.com)
  • Mencoba software untuk chatting, browsing, download
  • Cek kondisi jaringan telepon tempat Warnet. Jangan sampai kecepatan data yang diperoleh sangat rendah
Tahap Instalasi :
Setelah yakin kita menguasai teknologi Warnet, jaminan pasar cukup baik dan secara bisnis memungkinkan maka langkah berikutnya adalah melakukan instalasi dan pemasaran.
  • Untuk instalasi komputer dan LAN dan penataan ruangan dibutuhkan waktu lebih kurang 1 minggu jika ruangan & telepon telah tersedia.
  • Menddidik operator / penjaga Warnet, karena dibutuhkan kemampuan mengoperasikan komputer sesuai dengan softwarte yang kita gunakan, dan menjadi semacam Customer Care bagi pelanggan Warnet (belum tentu semua customer mengenal internet).
Tahap Operasi :
Pada tahap ini diharapkan Warnet telah dapat beroperasi dengan lancar secara teknologi. Pengembangan lebih lanjut yang perlu dilakukan adalah :
  • Marketing. Dapat dilakukan dengan menggunakan leaflet / brosur sederhana atau iklan di media radio, koran lokal.
  • Usahakan untuk memberikan wadah bagi pengguna agar menjadi jelas keuntungan yang akan diperoleh dari internet.
  • Marketing yang menarik adalah menggabungkan dengan kursus penggunaan internet.
  • Membangun jaringan masyarakat melalui forum-forum diskusi : mailing list di internet.
bersambung : “Investasi Warnet Masih Menguntungkan”
read more..

Konfigurasi Wireless Access Point

Ada dua buah perangkat wireless, satu buah jenis wireless Access Point (AP) dan sebuah lagi Wireless Cable/DSL Router. Kedua perangkat ini sudah lama tidak difungsikan secara optimal, langsung saja timbul rasa penasaran untuk melakukan konfigurasi AP. Model dan merk perangkat wireless tidak disebutkan, karena tidak dapat fee dari vendor dan memungkinkan exploitasi menjadi lebih mudah oleh pengakses ilegal yang ada di area sekitar kantor he.. he..

Konfigurasi pertama dilakukan terhadap AP, ada passwordnya, password defaulttelah berganti, tidak perlu bertanya ke konfigurator sebelumnya, cari cara untuk melakukan reset ke default factory setting di google.com, dapat beberapa informasi dari forum/milis, setelah dicoba akhirnya konfigurasi AP kembali ke setting awal.
Interface untuk mengatur setting AP dilakukan dengan memasukkan alamat IP perangkat AP melalui browser, beberapa konfigurasi dilakukan, diantaranya dengan:
  1. Mengatur supaya AP dapat berfungsi sebagai DHCP server
  2. Mencoba fitur Wired Equivalent Privacy (WEP) dan Wi-Fi Protected Access(WPA)
  3. Mengatur akses berdasarkan MAC Address device pengakses
  4. dsb
Beberapa konfigurasi yang dibuat tidak bekerja dengan baik, misalnya meski DHCP server telah diatur, AP tidak memberikan IP sesuai dengan alokasi yang ditentukan.
Upgade Firmware
Biasanya perangkat yang mempunyai firmware semacam AP akan menyediakan upgrade firmware untuk melakukan perbaikan, bahkan dengan upgrade firmware akan ada fungsi tambahan atau baru. Langsung saja cari firmware terbaru untuk AP di website vendor. Ternyata sudah ada beberapa release terhadap firmware lama yang ada di AP, download firmware versi terakhir. Firmware yang di download berbentuk file executable, jalankan file tersebut akan melakukan decompress dan menghasilkan file README dan firmware update.
Proses upgrade dapat dilakukan secara mudah, yaitu langsung dilakukan melalui browser, masukkan file firmware update, kemudian klik sumbit, dalam waktu kurang dari satu menit proses upgrade selesai dan firmware baru langsung terpasang. Reset ke default factory setting dilakukan sesuai rekomendasi Vendor yang ada di file README.
Upgrade firmware memberikan hasil yang sangat memuaskan, yaitu DHCP server dapat berfungsi dengan baik dan tersedianya fasilitas tambahan/baru yaitu perangkat wireless sekarang fungsinya menjadi tiga jenis:
  1. Access Point (fungsi default)
  2. Client Bridge Mode
  3. Repeater Mode
AP dan Komputer Server
Saat ini AP telah berfungsi dengan baik dan benar, selanjutnya ada keinginan untuk menyiapkan sebuah komputer untuk dijadikan sebuah server yang akan menyediakan fungsi untuk:
  1. Pengelolaan user
  2. Pengelolaan akses
  3. Proxy dan Firewall
  4. Pengelolaan authentifikasi
  5. Mencatat log/history akses
  6. Menyediakan fitur billing
Adakah pembaca yang telah melakukan/memasang aplikasi terpadu open source untuk Linux untuk kebutuhan seperti ini? jika ada, ditunggu komentarnya.
read more..

Membuat Jaringan Wi-Fi



Anda dapat membuat jaringan rumah atau kantor kecil tanpa menggunakan access point atau hub/router. Seperti halnya jaringan peerto-peer pada jaringan yang menggunakan NIC. Tidak hanya itu, jaringan peer-to-peer dengan Wi-Fi dapat dilakukan dengan lebih dari dua komputer dan dengan kecepatan yang jauh lebih besar.


1. Aktifkan Wi-Fi Anda
Langkah pertama yang paling penting adalah mempersiapkan perangkat jaringan wireless Anda dan mengaktifkannya. Cara mengaktifkan fitur Wi-Fi pada setiap komputer cukup beragam. Ada yang harus menekan tombol khusus baru kemudian aktif. Ada juga yang cukup mengaktifkannya melalui layar Windows Anda. Untuk mengaktifkannya melalui layar monitor; buka Control Panel, Network Connection, pada icon Wireless Network Connection klik kanan dan pilih Enable. Setelah itu, klik kanan kembali dan pilih View Available Wireless Network. Jika pada layar ada sebuah koneksi wireless tersedia, Anda tinggal pilih kemudian tekan tombol Connect.

2. Buat Jaringan Wi-Fi Sendiri
Namun bila koneksi Wi-Fi belum tersedia, Anda memang harus membuatnya sendiri. Apalagi pada komputer pertama sekali yang akan digunakan untuk jaringan. Caranya cukup pergi ke Control Panel, pilih Network Connection. Kemudian pada halaman NetworkConnection pilih Wireless Network Connection. Klik kanan kemudian pilih Properties. Setelah itu, buka halaman Wireless Network. Pada halaman ini berikan tanda centang pada Use Windows to configure my wireless network settings. Kemudian tekan tombol Add di bagian Prefered Networks.

3. Namakan Koneksi
Langkah kedua adalah menamakan koneksi wireless yang akan Anda buat. Nama koneksi dapat terserah diberikan, pengetikan nama koneksi dilakukan dalam boks SSID. Jika Anda ingin memiliki password untuk jaringan ini, pada opsi The key is provided for me automatically hapus tanda centang. Kemudian pada drop down menu Network Authentication, pilih Open atau Shared untuk menggunakan network key WEP atau memilih WPA-None untuk memilih menggunakan network key WPA. WPA memang lebih baik, namun tidak semua perangkat mendukungnya. Kemudian masukkan kuncinya pada kolom Network key dan Confirm network key.

4. Berikan Password WEP
Bila Anda memilih untuk memberikan password atau key secara manual, maka pada layar selanjutnya Anda akan dipertanyakan password tersebut. Bila Anda menggunakan password WEP (Wired Equivalent Privacy) ada aturan penggunaannya, yaitu hanya diperbolehkan 5 atau 13 karakter untuk penulisan password yang hanya menggunakan 1 jenis karakter. Untuk dua jenis karakter (angka dan huruf) hanya diperbolehkan sebanyak 10 atau 26 karakter. Perlu diingat bahwa semakin panjang dan rumit password akan semakin baik.

5. Berikan Password WPA
Anda dapat juga memberikan password WPA (Wi-Fi Protected Access). Pada penggunaan password WPA aturan yang harus ditaati adalah jumlah karakter yang dapat digunakan antara 8 sampai 63 untuk satu jenis karakter dan 64 karakter untuk lebih dari satu jenis karakter. Setelah selesai nanti, Anda dapat mencetak password ini untuk kemudian digunakan menambah komputer ke dalam jaringan nantinya. Dan perlu diingatkan bahwa penggunaan kunci WPA tidak selalu dapat diterapkan di setiap komputer. Ada beberapa perangkat jaringan nirkabel yang tidak dapat menerima kunci WPA.

6. Ad Hoc
Satu lagi yang perlu dilakukan adalah menjadikannya jaringan Ad Hoc. Jaringan Ad Hoc adalah jaringan yang hanya menghubungkan komputer ke komputer tanpa melalui sebuah hub atau router sebagai access point. Untuk jaringan nirkabel rumahan atau kantor kecil cukup menggunakan jaringan jenis ini. Oleh sebab itu, salah satu yang tidak boleh dilewatkan adalah memberikan tanda centang pada opsi This is a computer-to-computer (ad-hoc) network, wireless access points are not used. Opsi ini terletak di bagian paling bawah layar Association. Setelah selesai tekan OK.

7. Mulai Buat Jaringan Baru
Langkah selajutnya adalah membuat jaringan baru menggunakan koneksi yang sudah ada. Langkah pertama dalam membuat jaringan Anda cukup mengikuti wizard yang ada untuk membuat jaringan biasa. caranya masuk ke Control Panel. Kemudian pilih Network Setup Wizard. Ikuti petunjuk yang diberikan. Pada saat wizard mulai dijalankan, Anda akan diminta untuk memeriksa kembali perangkat jaringan yang akan digunakan. Apakah sudah lengkap atau belum. Jika sudah lengkap Anda dapat melanjutkan. Jika belum pastikan terlebih dahulu semua perangkat sudah terpasang dan terinstal dengan baik.
 

read more..

Cara Setting Jaringan Warnet yang Murah dan Aman

Banyak orang ingin memulai usaha warnet, namun menemui kendala saat akan mensetting jaringan. Padahal sebenarnya, mensetting jaringan warnet ini tidak rumit, karena tidak ada bedanya dengan menghubungkan kabel listrik biasa.

Salah satu topologi jaringan untuk warnet yang tidak rumit, murah dan dapat diandalkan dalam mendistribusikan bandwidth ke seluruh client hingga puluhan client, serta aman dari segi security akan di bahas di bawah ini. Kalau Anda telaten, dan mengikuti langkah demi langkahnya  dengan benar, dipastikan Anda bisa mempraktekkannya.

Untuk membangun jaringan warnet dibutuhkan beberapa perangkat:
  1. Modem Speedy. (Atau modem lain, jika menggunakan koneksi fiber optic atau wireless)
  2. Switch (untuk menghubungkan satu PC dengan PC yang lain)
  3. Kabel UTP


Diagram jaringan warnet seperti di bawah ini



Untuk kelancaran koneksi, kami sarankan menggunakan dua LanCard pada PC server. Satu disambungkan ke modem Speedy, satunya lagi ke Switch yang selanjutnya oleh switch akan disambungkan ke seluruh PC yang ada dalam satu jaringan warnet.

Jika jaringan anda sudah terhubung dengan baik, ditandai dengan lampu LanCard yang menyala, anda siap melanjutkan ke langkah selanjutnya. Disini kami contohkan jika menggunakan Windows XP SP2.  

Langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Bukalah menu control panel Windows XP yang ada di computer server dan klik Network Connection. Anda akan mendapatkan dua LanCard.


2. Selanjutnya Anda harus mengidentifikasi LanCard mana yang berhubungan dengan modem Speedy dan LanCard mana yang berhubungan dengan switch ke jaringan internal warnet. Cara awamnya, Anda cukup menyalakan dan mematikan tombol on off modem Speedy. Jika ada perubahan pada salah satu LanCard maka bisa dipastikan LanCard tersebut yang berhubungan dengan Modem.

3. Selanjutnya Anda harus mengganti nama LanCard ini agar mudah dikenali. Caranya klik kanan salah satu card dan klik Rename. Nama yang bisa digunakan misalnya, Speedy dan “jaringan warnet”.

        
Nyalakan modem dan coba akses internet dari computer server. Pastikan anda bisa mengakses internet dengan lancar.
4. Jika anda tidak bisa mengakses internet, klik kanan pada LanCard Speedy dan klik property. Pada “This connection’’ klik Internet Protocol dua kali sampai muncul jendela baru.  Pastikan obtain IP Address  automatically dan obtain DNS server automatically di centang dan tekan OK. Tekan OK lagi untuk menutup jendela dan perubahan dieksekusi.
Sekarang matikan dan nyalakan modem dan coba akses internet dua atau tiga kali. Jika anda masih belum bisa mengakses internet, sudah saatnya anda menelpon speedy setempat untuk menanyakan apakah ada setting khusus.




5. Jika Anda sudah bisa mengakses internet dengan lancar, anda bisa melanjutkan ke langkah berikutnya membagi akses internet, agar semua PC klien juga bisa ikut mengakses internet.

Caranya klik kanan pada LanCard bernama Speedy, dan klik property.   Setelah muncul Form baru klik bagian Advanced. Centang pada bagian “Allow other network user…”. Dan pada bagian Home Networking pilih “Jaringan Warnet. Selanjutnya klik OK.
Jika ada peringatan, klik OK juga.

   

6. Perhatikan, pada LanCard Speedy akan muncul tangan menengadah ke atas. Kalau sudah muncul  lambang ini, berarti proses internet sharing sudah berhasil. Pastikan juga lambang Gembok juga sudah muncul yang berarti Firewall sudah ON.
Firewall ini sangat berguna untuk menghalau hacker yang coba ingin mengintip jaringan internal warnet anda, mencuri data, atau mengambil file-file penting yang anda miliki.
Kalau belum muncul tanda gembok, klik kanan kembali pada LanCard Speedy, klik property, klik advandced. Pada windows firewall klik setting dan pastikan pilihan firewall ON tercentang. Selajutnya klik OK.   


Sampai disini setting di bagian server sudah cukup. Anda bisa melanjutkan ke PC klien nomer satu dan melakukan langkah seperti No 4. Karena anda tidak memiliki LanCard dengan nama Speedy pada PC klien nomer satu, maka anda bisa melakukan pada lancard yang ada.
7. Setelah selesai, Coba anda ping IP milik server dengan membuka command prompt (Start – All Program- Accessories) kemudian ketikkan Ping 192.168.0.1. Jika ada reply, lanjutkan dengan membuka Internet Explorer dan coba akses internet. Seharusnya, anda sudah bisa mengakses internet.
Jika perintah Ping menghasilkan respon unreachable, perhatikan kabel-kabel jaringan anda. Perhatikan lampu pada LanCard menyala normal atau hanya berkedip-kedip.

Jika Anda yakin swicth serta pengkabelan tidak ada masalah, anda selanjutnya bisa mengulangi langkah No 4 namun pada bagian obtain IP Address  automatically anda harus memilih “Use following ip add…” dan mengisikan 192.168.0.2 pada IP address, 255.255.255.0 pada subnet dan 192.168.0.1 pada gateway. Selanjutnya Anda ulangi langkah nomer 7. Langkah ini harus Anda ulang-ulang sampai PC klien mendapat akses internet.

Jika Anda menemui kendala, jangan cepat menyerah. Jika Anda masih awam soal jaringan, dan melakukan langkah-langkah ini hanya sekali dan langsung berhasil, anggaplah sebagai keberuntungan dari buah ketelatenan.

Prinsif di dunia IT, keberhasilan dapat dicapai dengan semakin banyak mencoba (trial and error) harus terus Anda pegang, sebelum menyerah dan bertanya pada pihak lain. Yakinlah bahwa pemecahan dari permasalahan yang Anda hadapi ternyata sederhana dan bisa Anda pecahkan sendiri jika telaten mencobanya.    
    

Discalimer:
Dokumen ini milik Billing Express, “The Easiest Internet CafĂ© Billing on Earth”. Anda bisa menyebarkannya dengan tetap menyertakan disclaimer ini.
Download Billing Express  di http://tech.groups.yahoo.com/group/billing_express/
read more..

Sabtu, 12 Maret 2011

JENIS JENIS SISTEM OPERASI KOMPUTER


Seperti telah disinggung di depan banyak jenis sistem operasi yang bisa digunakan, antara lain : POSIX, UNIX, MS DOS, MS Windows, LINUX, APPLE, dll. Dari sekian banyaksistem operasi ada sistem operasi yang interface (kontak) dengan user (pengguna) yaitu menggunakan TEXT (DOS, POSIX, LINUX), ada juga yang kontaknya dengan pengguna menggunakan GUI (Graphical User Interface) seperti MS Windows dan LINUX (LINUX bisa berbasis TEXT dan berbasis GUI).

Sistem operasi berbasis text artinya user berinteraksi dengan sistem dengan perintah perintah yang berupa text. Lain halnya dengan sistem operasi berbasis GUI, pada sistem ini user dapat berinteraksi dengan system operasi melalui gambar-gambar/ simbol-simbol, dan tentu hal ini akan lebih memberi kemudahan dan kenyamanan bagi
pengguna. Itulah sebabnya mengapa system operasi yang berbasis GUI seringkali disebut “User Friendly” .

Pada posting ini pembahasan akan terfokus pada sistem operasi berbasis GUI dan akan dipilih MS Windows 98. Pemilihan ini tentu mempunyai alasan, diantaranya telah digunakan secara luas di berbagai kalangan, tanpa mensyaratkan komputer yang sangat canggih (minimal 486 atau 66 MHz), mudah dalam pengoperasiannya, kestabilan sistem cukup baik, serta mampu mengcover perkembangan teknologi (hardware/software).

read more..